Kemitraan Martha Tilaar Group Sebagai Upaya Perberdayaan Perempuan Indonesia

image

Berdiri di atas empat pilar yang salah satunya adalah Empowering Women, Martha Tilaar Group (MTG) begitu serius dalam mendorong pemberdayaan perempuan di Indonesia. Salah satu upaya yang baru saja dilakukan adalah bermitra dengan perusahaan Indonesia lain yaitu Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas. Di bawah naungan Indonesia Global Compact Network, kolaborasi ini terfokus pada pemberdayaan perempuan untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada 2030.  

Seperti diketahui, Dr.(H.C.) Martha Tilaar yang baru saja mendapatkan pengakuan dari UN Global Compact sebagai salah satu dari sepuluh orang SDG Pioneers 2018 memiliki perhatian khusus pada pemberdayaan perempuan di Indonesia. Selain telah mengenalkan kekayaan alam dan herbal Indonesia ke pasar internasional lewat produk-produknya dan melestarikan tanaman TOKA lewat KaDO (Kampoeng Djamoe Organik), melalui Martha Tilaar Group, Dr. Martha juga selalu berupaya memberdayakan perempuan sehingga lebih berdaya dalam kehidupan sosial dan finansial. Begitu pula dengan APP, melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang telah diimplementasikan selama 2 tahun terakhir, APP Sinarmas telah mengedukasi masyarakat di sekitar hutan dan berkontribusi pada kelestarian hutan.

Kedua perusahaan pun sepakat untuk bekerja sama dalam melatih dan memberdayakan perempuan yang tinggal di sekitar tepi hutan agar dapat membantu melestarikan tanaman dan menjadi wiraswasta mandiri. Melalui kemitraan ini, para ibu dan kaum perempuan akan dilatih mengidentifikasi dan memproses tanaman lokal yang bernilai. Hal ini diharapkan dapat menciptakan kewirausahaan di masyarakat sebagai mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan bagi para ibu, kaum perempuan, dan keluarga mereka. Kemitraan ini ditargetkan dapat menjangkau dan melatih 1.000 perempuan hingga tahun 2020 yang meliputi Kelompok Wanita Tani (KWT) di 5 wilayah provinisi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

Dukungan atas kerja sama ini juga diungkapkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise, yang disampaikan oleh perwakilannya dalam panel diskusi Pemberdayaan Perempuan Mempercepat Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia (17/10) di Hotel J.S Luwansa, Jakarta. “Melihat kompleksitas persoalan dan isu perempuan, kami berharap partisipasi dan keterlibatan aktif dari komponen masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan perempuan. Hal ini mengingat,  kalangan masyarakat telah banyak melakukan aksi-aksi konkrit dan nyata di lapangan, termasuk apa yang sudah dilakukan oleh Martha Tilaar dalam memberdayakan komunitasnya. Kami pun sangat bangga, kiprah tersebut diganjar dengan penghargaan prestisius dari lembaga PBB,” seperti dikutip dalam pernyataan Yohana.