Lean Six Sigma, PT Cedefindo’s Methode to Overcome Product Delay Order

Bagi para pengusaha atau perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik, nama PT Cedefindo tentulah bukan nama yang asing lagi. Hal ini karena PT Cedeffindo merupakan salah satu perusahaan kontrak manufaktur di bidang kosmetika terbesar di Indonesia. Sekilas menganai perusahaan manufaktur ini, sejak tahun 1993 PT Cedefindo telah menjadi perusahaan kontrak manufaktur untuk kebutuhan produksi Martha Tilaar Group dan pemesanan dari luar Martha Tilaar Group atau eksternal (Tol). Di tahun 1999, PT Cedefindo secara resmi menjadi bagian dari Martha Tilaar Group dan memasuki tahun 2013 PT Cedefindo tidak hanya bergerak di bidang kosmetika, namun juga melayani pembuatan produk herbal.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi konsumennya, PT Cedefindo telah mengantongi sertifikat ISO 9001 (tahun 2000), GMP (CPKB) dari BPOM (tahun 2002), ISO 22716 (tahun 2014), dan sertifikat Halal dari MUI (tahun 2014). Tak hanya itu, PT Cedefindo juga melakukan perbaikan berkelanjutan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan servis menyeluruh, salah satunya dengan penggunaan metode Lean Six Sigma. 

 

Apa itu Lean Six Sigma?

Lean Six Sigma merupakan metode gabungan dua teknik yaitu Lean dan Six Sigma. Lean yang ditemukan oleh Taiichi Ohno merupakan filosofi untuk menghilangkan semua aktivitas yang tidak memiliki nilai dan atau yang harus dibuang dalam organisasi. Lean membutuhkan perubahan budaya dan mencakup integrasi visi, budaya, dan strategi untuk melayani pelanggan, yang di dalamnya terdapat kualitas tinggi, biaya rendah, dan waktu pengiriman yang singkat. 

 

Jika Lean terfokus pada efisiensi aktifitas, maka Six Sigma adalah usaha yang dilakukan secara kontinyu untuk mengurangi penyimpangan. Six Sigma menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik dengan biaya yang lebih rendah. Metodologi ini telah teruji dalam membantu organisasi dalam meningkatkan keuntungan finansial melalui perbaikan efisiensi bisnis dan kepuasan pelanggan. Metodologi Six Sigma digunakan untuk membantu bisnis mengurangi biaya sambil meningkatkan kualitas, kepuasan pelanggan, dan waktu siklus. Saat dipasangkan dengan Lean, dengan penekanan pada pengurangan limbah, pasangan ini membentuk pasangan proses perbaikan yang kuat dan gratis sehingga menghasilkan empat jenis data yang khas.

 

Mengapa Lean Six Sigma? 

Kebutuhan akan perbaikan pelayanan dalam meningkatkan mutu membuat PT Cedefindo memutuskan untuk menggunakan metode Lean Six Sigma. Harapannya adalah agar perusahaan dapat meminimalisir keterlambatan pemesanan dari klien. Berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh PT Cedefindo, kebijakan perusahaan yang menerapkan 30 hari proses pengiriman produk belum signifikan dapat dipenuhi oleh perusahaan, karena faktanya, di lapangan masih terjadi keterlambatan sejumlah 34,7 hari dengan total dalam persen 93,94% keterlambatan. Dengan fakta yang berpotensi mendatangkan kerugian bagi perusahaan dan klien, serta ketidakpuasan pelanggan dalam pelayanan, maka PT Cedefindo pun mulai menggunakan metode Lean Six Sigma. Target yang ditentukan untuk melakukan perbaikan dengan cara penggunaan kebijakan 30 hari pun ditambahkan 15 hari untuk keterlambatan toleransi, sehingga total menjadi 45 hari. Hasil yang dicapai pada tahun 2017 menggunakan metode Lean Six Sigma ini pun signifikan. Tercatat pada bulan April 2017, pencapaian dari pemesanan hingga pengiriman rata-rata adalah 40.61 hari atau lebih cepat 4,38 hari dari target 45 hari.