Kontribusi Martha Tilaar Group untuk Maksimalkan Potensi Wisata NTB

image

Dalam rangka ikut memaksimalkan potensi pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan menyukseskan komitmen pembangunan pariwisata yang masif, Martha Tilaar Group turut berkontribusi dalam kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Jerman. Kerja sama bilateral yang terfokus pada promosi ketenagakerjaan ini didukung oleh Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan diimplementasikan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH melalui proyek Inovasi dan Investasi untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan yang Inklusif (ISED).

Melalui Nota Kesepahaman diketahui bahwa kerja sama terfokus pada dua bidang implementasi yang berbeda dengan menggandeng beragam pemangku kepentinga. Salah satu implementasi tersebut akan dipusatkan di Desa Bilebante, Lombok Tengah dengan fokus area kerja sama pada Desa Wisata Kebugaran. Desa ini nantinya diharapkan dapat mengembangkan potensi daerah dan memaksimalkan kapasitasnya, sehingga masyarakatnya dapat mengambil manfaatnya.

“Martha Tilaar Group merasa senang dapat terlibat dalam inisiatif ini. Dengan sumber daya yang kami miliki, kami yakin dapat berkontribusi dalam mengembangkan Desa Wisata Kebugaran di NTB. Kami berharap proyek ini dapat menjadi percontohan yang dapat direplikasi ke seluruh wilayah Indonesia,” ujar Palupi Candra, Head of Corporate Communication and CSR Martha Tilaar Group. Dalam kerja sama ini, Martha Tilaar Group melalui Kampoeng Djamoe Organik, Roemah Martha Tilaar dan Martha Tilaar Training Center akan memberikan pelatihan yang diharapkan masyarakat dapat menjadi individu-individu yang berdaya, mandiri, dan bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Bersama Martha Tilaar Group, beberapa pihak dari sektor publik, swasta pusat dan daerah yang terlibat antara lain PT. Panorama Sentrawisata Tbk, Hotel Santika Mataram, Yayasan Allianz Peduli, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT), Kementerian Pariwisata Indonesia, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM).